Penandatangan Kerja Sama Amar Bank dengan DUKCAPIL Langkah Baru Meningkatkan Pelayanan Kredit Nasabah

Sep 27, 2018 bytriadiprabowo

Jakarta 23 Maret 2018, bertempat di Ballroom Thamrin Nine, Thamrin, Jakarta Pusat, Amar Bank beserta sembilan institusi keganuan lainnya yaitu BRI Agroniaga, Central Santosa Finance, MNC Bank, BNI Syariah, Mitra Dana Top Finance, Shakti Top Finance, Mega Auto Finance, Mega Central Finance, dan Maxima Auto Finance melakukan Penandatangan Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DUKCAPIL) bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Proses penandatanganan ini terkait pemanfaatan nomor induk kependudukan, data kependudukan, dan KTP elektronik. Dan diharapkan melalui kegiatan ini, data kependudukan dari DUKCAPIL dapat membantu kegiatan perbankan dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada setiap nasabah. 

Melihat lebih jauh melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 61 tahun 2015 di mana diharapkan agar data kependudukan nasabah dapat digunakan sebagaimana mestinya dengan tanggung jawab penuh. Hal senada disampaikan oleh Direktur Utama Amar Bank, Tuk Yulianto sesaat setelah usai acara tersebut, “Dengan adanya penandatangan MoU program ini maka perbankan termasuk Amar Bank dapat memiliki akses menganalisa lebih jauh dan mendapatkan informasi calon nasabah kita. Amar Bank bisa dapat meminimalisir dan memitigasi resiko-resiko kredit. Terkait dengan gagal bayar, akurasi bisa dilihat dari data kependudukan dari calon debitur,” jelasnya. 

Amar Bank sebagai salah satu bank nasional yang tengah berkembang khususnya melalui produk digital andalannya, Tunaiku, sangat menyambut baik program kerjasama ini. Hal tersebut ditambahkan juga oleh Vishal Tulsian, selaku Direktur Sales dan Marketing Tunaiku dalam pernyataannya ditempat yang sama, “Kami sangat mendukung karena sangat membantu pihak perbankan dan memberikan kenyamanan bagi setiap calon nasabah Tunaiku dalam proses akurasi data. Tingkat validasi melalui data kependudukan / eKTP akan lebih tepat. Dan cara ini segera diaplikasikan untuk produk Amar Bank konvensional maupun digital  (Tunaiku),” jelas Vishal secara detail.

Dengan mengangkat tagline utama Pinjam, Cepat, Mudah, Tunaiku selaku produk FinTech saat ini memang dirancang sebagai produk peminjaman dana secara digital yang mudah dipahami dan dipergunakan oleh masyarakat. Jika di beberapa tahun lalu masih mempergunakan produk konvensional perbankan, maka FinTech dirancang menggunakan teknologi finansial terkini dan mengurangi beberapa tahapan yang menghambat proses administrasi para customer. 

Ke depannya proses administrasi internal perbankan khususnya Tunaiku akan lebih mudah mulai dari penyaringan aplikasi secara digital (mitigasi data dan cek kependudukan) sampai proses approval pencairan dana kepada nasabah. Nasabah Tunaiku akan lebih cepat memperoleh dana yang dibutuhkannya. Tunaiku sebagai produk peminjaman digital mulai tahun 2016 sampai saat ini telah memiliki lebih dari 50,000 customer.

Proses akses Tunaiku saat ini sangat mudah, masyarakat dapat mengisi aplikasinya melalui website atau mobile apps yang tersedia. Dan Tunaiku hanya membutuhkan data aplikasi dan KTP sebagai materi data yang wajib dilampirkan. Setiap calon nasabah pun dapat melakukan simulasi kredit per bulan melalui halaman dashboard di website Tunaiku dengan menyesuaikan jangka waktu peminjaman yang diinginkan dan jumlah pinjaman. Kenyamanan membayar cicilan per bulan Tunaiku pun sangatlah ringan dan aman diakomodasi oleh calon nasabah. 

Seluruh langkah yang dilakukan oleh pemerintah saat ini dilandasi dengan dukungan setiap institusi keuangan di Indonesia dalam mendukung ekspansi perekonomian masyarakat Indonesia ke arah digital. “Banyak perubahan di dunia perbankan dunia yang wajib diketahui oleh pelaku keuangan. Inilah hal-hal yang perlu diikuti, kadang tiap hari kita kaget ada perubahan yang cepat. Proses perubahan dengan tumbuhnya inovasi sangat disadari oleh Tunaiku sebagai produk unggulan digital dari Amar Bank, demikian ungkap Tuk Yulianto.